PAGARDEWA--Dengan disahkannya pemekaran Pagardewa, Tulangbawang, menjadi kecamatan pada 8 Juli 2004 lalu, masyarakat mulai bergairah membangun kampung. Dimotori tokoh-tokoh kampung, mereka memoles kampung dengan bergotong royong. Gerakan itu dimulai dari tempat pemakaman yang diyakini sebagai makam raja-raja Tulangbawang zaman kuno hingga makam ulama.
Abu Tholib Khalik, salah satu pemrakarsa terbentuknya Kecamatan Pagardewa, mengatakan berbagai aktivitas masyarakat termasuk berbenah diri terus dilakukan. Kegiatan tersebut, kata dia, selain merupakan pengungkapan rasa syukur kepada Allah swt., atas terbentuknya kecamatan baru juga dalam rangka menyambut acara peresmian kecamatan itu. "Insya Allah Bupati Tulangbawang Abdurrachman Sarbini pada 28 Juli 2004 akan meresmikan kecamatan ini," katanya.
Dia menjelaskan selain makam kuno yang dibersihkan, juga membenahani balai adat yang telah dilakukan sejak April lalu sampai dengan penyiapan dermaga apung di tangga raja Pagardewa. Drs. Masyono Nawawi, M.M., yang juga tokoh intelektual Pagardewa, menjelaskan peresmian kecamatan rencananya akan diawali isthigasa kubro yang akan dipimpin langsung ulama ternama dari kampung setempat yaitu K.H.A. Shobier.
Bahkan, kata Nawawi, K.H.A Shobier mengimbau seluruh putra-putri Pagardewa di mana pun berada agar mulang tiyuh (pulang kampung) dalam rangka mensyukuri nikmat Allah swt., yang telah memberikan anugerah berupa kecamatan sebagaimana diidamkan masyarakat. Ajakan agar putra-putri Pagardewa pulang kampung juga didukung Ketua Pembentukan Kecamatan Hi. Assaih Akip. Sebab, kata dia, pesta rakyat rencananya akan dilaksnakan 27 Juli, sehari sebelum peresmian kecamatan.
Drs. Hi. Herman Hn., M.M. yang juga salah satu tokoh masyarakat setempat menyatakan guna menyambut peresmian masyarakat telah menyiapkan dua ekor kerbau guna menjamu tamu pada acara peresmian. "Undangan untuk tamu sudah disebarkan," ujarnya.
Dalam catatan Lampung Post kegembiraan tokoh adat juga terlihat pada saat Dewan meresmikan pembentukan kecamatan 8 Juli 2004 lalu. Beberapa tokoh adat yang sempat hadir saat itu tak kuasa membendung cucuran air mata sebagai rasa kegembiraan. Para tokoh adat yang terlihat hadir, Hi. Assaih Akip, Hi. Arsyad Syafi'i, Abu Tholib Khalik, Sudirman Solehu, Herman Akip, Umar Yusuf Jalil, Herni S.R. Zubaidi.
Menurut Abu Tholib, Kampung Pagardewa telah berusia sekitar 15 abad yang selama ini kurang mendapat perhatian pemerintah. Oleh sebab itu, panitia persiapan terus gencar memperjuangkan agar Pagardewa dijadikan kecamatan sekaligus menjadi ibu kota kecamatan. Peresmian yang akan dilakukan 28 Juli nanti juga sekaligus menunjuk penjabat camat oleh Bupati. n FA/D-2

Tidak ada komentar:
Posting Komentar